SMVC Venture Capital

Cara kami bekerja

Lebih dari sekadar modal.

Kebanyakan investor menyetor modal lalu menunggu. Kami hadir langsung: di produk, di organisasi, di ruang presentasi, dan di rapat dengan klien.

  1. 01

    Saran & strategi

    Desain model bisnis, strategi masuk pasar, dan positioning di tengah pesaing, dibentuk oleh pengalaman nyata sebagai operator, bukan teori.

  2. 02

    Jaringan & akses

    Perkenalan langsung ke klien korporat, regulator, mitra, dan talenta yang butuh bertahun-tahun untuk dijangkau sendiri.

  3. 03

    Mitra operasional

    Kami duduk sebagai managing partner, bukan hanya di dewan, tetapi juga di operasional sehari-hari saat perusahaan dibangun.

Tim

Siapa di balik SMVentures.

Seorang pendiri yang membangun, dan seorang penasihat yang sudah ikut membentuk lanskap teknologi Indonesia sejak internet belum dikenal luas.

  • Sandi Mardiansyah
    Pendiri & Managing Partner

    Sandi Mardiansyah

    Pembangun, operator, dan orang yang memastikan semuanya terlaksana.

    Pendiri tunggal sekaligus developer di balik SMVentures dan perusahaan-perusahaan portofolionya. Memadukan kemampuan teknis yang dalam dan turun tangan langsung dengan strategi bisnis, mulai dari merancang sistem produksi sampai menutup kesepakatan dengan klien korporat. Menjadi managing partner di semua venture dan terlibat langsung dalam produk, operasional, dan pertumbuhan setiap perusahaan.

    • Rekayasa full-stack
    • Strategi produk
    • SaaS B2B
    • LegalTech
    • Jakarta
  • Shinta W. Dhanuwardoyo
    Penasihat

    Shinta W. Dhanuwardoyo

    Pionir digital Indonesia sejak 1996.

    Pendiri & CEO Bubu.com, agensi digital pertama dan terdepan di Indonesia yang berdiri pada 1996. Angel investor, mentor startup, dan salah satu tokoh dengan jejaring terluas di dunia teknologi Asia Tenggara. Pernah menjadi Managing Partner di Nusantara Ventures dan salah satu pendiri Silicon Valley Asia Technology Alliance. Masuk “Inspiring Women Honor Roll” versi Forbes Indonesia dan “99 Most Powerful Women” versi Globe Asia.

    • Angel investor
    • Bubu.com
    • Nusantara Ventures
    • KADIN
    • Silicon Valley

Venture builder vs VC

Apa yang membuat kami berbeda.

Venture capital menyediakan modal. Venture builder menyediakan semua yang lain, bahkan lebih.

VC tradisional

Pasif sejak awal

  • Hanya modal, laporan ke dewan tiap kuartal
  • Pendiri mengurus operasional sendirian
  • Akses jaringan untung-untungan
  • Keluar begitu imbal hasil tercapai
SMVentures

Pembangun aktif

  • Saran, strategi, dan dukungan eksekusi
  • Managing partner terlibat di operasional
  • Akses langsung ke ekosistem dan relasi
  • Mitra membangun jangka panjang, bukan menunggu waktu keluar

Yang kami bawa

Keunggulan yang sulit ditandingi.

Setiap venture di ekosistem kami mendapat akses langsung ke kemampuan ini sejak hari pertama.

  • Produk & engineering

    Kepemimpinan teknis yang turun tangan langsung: strategi produk, arsitektur, dan eksekusi dari operator yang sudah pernah meluncurkan produk.

  • Jaringan korporat

    Akses langsung ke pengambil keputusan di perusahaan, pemerintahan, dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia.

  • Keahlian regulasi

    Pemahaman mendalam tentang OJK, Kominfo, BSrE, dan lanskap regulasi yang sering menyandung para pendiri.

  • GTM untuk Indonesia

    Strategi masuk pasar yang sudah teruji untuk segmen B2B, korporat, dan UMKM di pasar Indonesia.

Dengan siapa kami membangun

Siapa yang kami cari.

Kami selektif, bukan karena eksklusif, tetapi karena kami terlibat sepenuhnya. Kecocokannya harus pas bagi kedua pihak.

  • Fokus pada pasar Indonesia

    Solusi yang dirancang untuk kebutuhan lokal, bukan salinan mentah dari resep negara Barat.

  • Pendiri yang berkomitmen

    Bukan proyek sampingan. Kami mencari pendiri yang terjun sepenuhnya dan siap bekerja sama secara intensif.

  • Industri teregulasi atau B2B

    LegalTech, FinTech, GovTech, atau SaaS untuk perusahaan, bidang tempat keunggulan kami paling besar.

  • Tahap pre-seed hingga seed

    Kami paling efektif di tahap awal, saat keputusan-keputusan mendasar masih dibentuk.

Punya ide? Mari bicara.

Kami terbuka untuk obrolan awal, tanpa perlu pitch deck. Yang penting adalah ide yang kuat dan pendiri yang serius membangun sesuatu yang nyata di Indonesia.